Rabu, 31 Oktober 2012

Sebab Batam adalah Pintu Gerbang

 Apa yang membuar orang betah mampir atau tinggal di sebuah kota? Jawabannya akan selaras dengan pertanyaan apa yang membuat orang tidak betah di sebuah kota.

Kita akan terkesan jika sebuah kota yang kita singgahi terlihat bersih. Mampirlah di sebuah tempat yang banyak diminati para wisatawan. Bisa diyakini tempat tersebut bersih dan indah. Kota yang jorok dan sembrawut tak akan diminati wisatawan.

Ketika wisatawan tiba di sebuah negara atau koya melalui bandar udara atau pelabuhan yang megah, kesan pertamanya akan sangat berpengaruh. Kesan ini akan menjadi persepsi awal atas seluruh kota tersebut. Jika mereka disambut dengan pemandangan yang mengagumkan akan menjadi starting point yang baik.

Suatu hari saya berkesempatan mampir di tiga bandara udara yang berbeda. Begitu pesawat mendarat yang pertama saya perhatikan adalah bangunan bandara, keteraturan dan kebersihan di dalam bandara tersebut. Berikutnya adalah kebersihan sepanjang jalan perkotaan yang saya lewati.

Menurut saya inilah yang paling terlihat yang akan dinilai orang yang berkunjung ke sebuah kota. Bandara/ pelabuhan dan jalan. Kebersihan dan keteraturannya. Kesan ini akan menjadi taruhan nama baik sebuah kota. Citra sebagai kota yang indah dan teratur akan tampak dari balik kaca kendaraan setiap pendatang.

Batam sebagai kota yang sangat dekat dengan negara tetangga akan menjadi citra Indonesia. Bandara Udara Hang Nadim, Pelabuhan Batam Center, Pelabuhan Sekupang menjadi duta yang akan menyambut setiap tamu yang datang ke Batam. Sepanjang jalan dari bandara/ pelabuhan menjadi citra seluruh kota. Kemegahan dan kebersihannya akan menjadi bahan promosi verbal para pelancong yang akan menjadi bahan cerita ke tempat asal mereka.

Saat ini Kota Batam mungkin belum bisa menyaingi kota Singapura dari segi kebersihan dan megahan. Pintu gerbang terdekat dari negara terdekat adalah Batam. Mau tak mau wajah pertama Indonesia ada di Batam.

Kerapian dan keteraturan berlalu-lintas mungkin belum bisa disandingkan. Namun ketika ada kemauan dari segala pihak termasuk masyarakat tak ada yang tak mungkin.

Menjadikan Kota Batam cantik dan menawan tampaknya masih butuh polesan. Masih butuh perhatian khusus. Masih butuh kebijakan khusus. Kebiasaan membuang sampah dan berkendara masih butuh cara yang efektif untuk menerapkannya. Jarak antara harapan dan kenyataan mungkin masih jauh. Namun tak ada yang tak mungkin saat ada keinginan.

Batam, 24 September 2012
Marhaban ST.
(Pemerhati sosial, bekerja di Shipyard Batam)