Apa yang membuar orang betah mampir atau tinggal di sebuah kota?
Jawabannya akan selaras dengan pertanyaan apa yang membuat orang tidak
betah di sebuah kota.
Kita akan terkesan jika sebuah kota yang kita singgahi terlihat
bersih. Mampirlah di sebuah tempat yang banyak diminati para wisatawan.
Bisa diyakini tempat tersebut bersih dan indah. Kota yang jorok dan
sembrawut tak akan diminati wisatawan.
Ketika wisatawan tiba di sebuah negara atau koya melalui bandar
udara atau pelabuhan yang megah, kesan pertamanya akan sangat
berpengaruh. Kesan ini akan menjadi persepsi awal atas seluruh kota
tersebut. Jika mereka disambut dengan pemandangan yang mengagumkan akan
menjadi starting point yang baik.
Suatu hari saya berkesempatan mampir di tiga bandara udara yang
berbeda. Begitu pesawat mendarat yang pertama saya perhatikan adalah
bangunan bandara, keteraturan dan kebersihan di dalam bandara tersebut.
Berikutnya adalah kebersihan sepanjang jalan perkotaan yang saya lewati.
Menurut saya inilah yang paling terlihat yang akan dinilai orang
yang berkunjung ke sebuah kota. Bandara/ pelabuhan dan jalan. Kebersihan
dan keteraturannya. Kesan ini akan menjadi taruhan nama baik sebuah
kota. Citra sebagai kota yang indah dan teratur akan tampak dari balik
kaca kendaraan setiap pendatang.
Batam sebagai kota yang sangat dekat dengan negara tetangga akan
menjadi citra Indonesia. Bandara Udara Hang Nadim, Pelabuhan Batam
Center, Pelabuhan Sekupang menjadi duta yang akan menyambut setiap tamu
yang datang ke Batam. Sepanjang jalan dari bandara/ pelabuhan menjadi
citra seluruh kota. Kemegahan dan kebersihannya akan menjadi bahan
promosi verbal para pelancong yang akan menjadi bahan cerita ke tempat
asal mereka.
Saat ini Kota Batam mungkin belum bisa menyaingi kota Singapura dari
segi kebersihan dan megahan. Pintu gerbang terdekat dari negara
terdekat adalah Batam. Mau tak mau wajah pertama Indonesia ada di Batam.
Kerapian dan keteraturan berlalu-lintas mungkin belum bisa
disandingkan. Namun ketika ada kemauan dari segala pihak termasuk
masyarakat tak ada yang tak mungkin.
Menjadikan Kota Batam cantik dan menawan tampaknya masih butuh
polesan. Masih butuh perhatian khusus. Masih butuh kebijakan khusus.
Kebiasaan membuang sampah dan berkendara masih butuh cara yang efektif
untuk menerapkannya. Jarak antara harapan dan kenyataan mungkin masih
jauh. Namun tak ada yang tak mungkin saat ada keinginan.
Batam, 24 September 2012
Marhaban ST.
(Pemerhati sosial, bekerja di Shipyard Batam)
