BATAM (HK) - 13 perusahaan galangan kapal (Shipyard) yang tergabung sebagai
anggota Batam Shipyard and Offshore Assosiation(BSOA), memperoleh
sertifikat International Ship and Port Fasility Security (ISPS) Code,
Rabu (2/10) di kantor BSOA, komplek Pluto Tanjunguncang, Batam.
Deputy President Director RSO Pusat, Dr Donny Achiruddin M Eng
mengatakan, Direktur Jendral Perhubungan Laut(DJPL) Kementerian RI
selaku Designated Authority(DA) telah mengeluarkan sertifikat ISPS Code,
untuk 13 perusahaan galangan kapal yang berada di Tanjunguncang, Batam.
Hal itu sebagai bentuk perusahaan tersebut telah memenuhi ketentuan
sertifikasi internasional keamanan bagi kapal-kapal asing yang akan
berlabuh dengan aman di galangan kapal.
"Kalau perusahaan
shipyard tidak memiliki sertifikasi ISPS Code ini, kapal asing yang akan
datang untuk pembuatan kapal baru, tidak mau merapat atau berlabuh di
galangan kapal tersebut," kata Donny.
Saat ini, papar Donny, ada
13 Shipyard dan di tambah 6 perusahaan galangan kapal di Tanjunguncang
Batam, yang sudah memiliki sertifikat ISPS Code. Di antaranya PT Ninda
Pratama Vriesindo, PT Nanindah Mutiara Shipyard, PT Jaya Asiatic
Shipyard, PT Britoil Offshore lndonesia, PT ldros Service, PT Batamec.
Sedangkan
yang memperoleh ISPS Code sekarang, ujar Donny, PT Pandan Bahari
Shipyard, PT Loh & Loh Construction lndonesia, PT Pioneer Offshore
lndo Raya, PT Tri Karya Alam Shipyard, PT Pan Batam lsland Shipyard, PT
Graha Trisaka lndustri, PT Sentek lndonesia, PT Citra Shipyard, PT Karya
Sindo Samudra Biru, PT Delta Shipyard, PT Pacific Atlantic Shipyard, PT
World Wide Equipment SEA dan PT Nexus Engineering lndonesia.
"Yang
lebih menguntungkan lagi, ke 19 perusahaan yang sudah memiliki
sertifikat ISPS Code ini sudah terdaftar di International Maritime
Organization(IMO). Sehingga, setiap perusahaan internasional akan masuk
bersandar ke galangan, akan mudah mengetahui galangan kapal yang sudah
memenuhi standar sertifikasi keamanan internasional," ungkap Donny.
Sementara
itu, Wakil Ketua Batam Shipyard and Offshore Assosiation (BSOA), Sarwo
Edi menjelaskan, keberadaan BSOA itu sebagai asosiasi galangan yang akan
selalu membantu anggota-angotanya untuk memenuhi ketentuan-ketentuan
yang dikeluarkan IMO. Sehingga galangan-galangan tersebut dapat
meningkatkan kualitas kerja, dikenal dunia melalui website IMO dan
bersaing di dunia internasional.
"Sebagaimana ketentuan
sertifikasi keamanan internasinal shipyard, perusahaan galangan kapal
harus melakukan penyusunan Port Facility Security Assessment(PFSA) dan
presentasi di DJPL, hingga keluarnya rekomendasi yang berguna untuk
menyempurnakan sistem keamanan galangan, agar memperoleh sertifikasi
SoCPF, yang dilakukan pihak galangan dengan Reconized Security
Orgasnization(RSO) Tomo & Son. Namun untuk pengurusan sertifikasi
SoCPF ini, memakan waktu yang cukup lama," kata Edi.
Dalam upaya
ini, ungkap Edi, BSOA selalu membantu para anggotanya, mulai dari
pemilihan Recognized Security Organization(RSO), hingga diserahkannya
ISPS Code dalam waktu yang lebih cepat.
"Peran kita (BSOA)
adalah, terangya, melakukan internal audit untuk memantau penerapan
rekomendasi-rekomendasi yang telah disepakati antara pihak galangan
dengan pihak DJPL RI. Dan mendampingi pihak galangan kapal ketika
dilakukan verifikasi oleh staf DJPL serta membantu memantau proses
keluarnya sertifikat sementara dan SoCPF dari DJPL," Terang Edi.
"Kepada
Kantor Pelabuhan Batam, kita harapkan dapat menerapkan ketentuan ISPS
Code ini dengan tegas sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal
Perhubungan Laut no.HK103/113/DJPL-L3, 21 Pebruari 2013. Sehingga
galangan kapal di Batam dapat menjadi galangan-galangan kapal yang
terkemuka di dunia internasional," pungkas Sarwo Edi.
http://www.haluankepri.com/batam/52883-13-shipyard-terima-sertifikasi-isps-code.html
Kamis, 03 October 2013 00:00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar